Bandung: Ratusan masa yang tergabung dalam Forum BEM Bandung Untuk Indonesia (FBBUI) melakukan demonstrasi di depan Gedung Sate pada tanggal 14 September 2015. Selain VBadan Eksekutif Mahasiswa Universitas Pasundan, acara ini juga diikuti oleh beberapa lembaga universitas lainnya. Seperti, BEM UNISBA, BEM TELKOM, dan BEM POLBAN serta mahasiswa beberapa di Bandung. Hal ini dilakukan untuk mmenyampaikan aspirasi kepada pemerintah yang dalam hal ini dinahkodai oleh Jokowi Dodo beserta jajaranya. Menurut Miftahul Farid Sukur, selaku Presiden Mahasiswa Unpas. pelaksanaan aksi ini diadakan untuk menuntut pemerintah Jokowi Dodo yang mereka singkat dengan Catur Tuma (4 tuntutan Mahasiswa). “ada empat tuntutan yang kami ajukan kepada pemerintah, diantaranya, stabilitas harga bahan pangan, perkuat nilai tukar rupiah, lindungi para pekerja dari PHK, dan tindad tegas semua pelaku perusakan lingkungan yang dalam hal ini kasus asap di Riau” komentar Miftah disela-sela kesibukanya. Acara ini dimulai dari pukul 10.00 WIB dilakukan dengan long march dari Monumen Perjuangan menuju Gedung sate, setelah itu berpindah ke cikapyang (bawah Fly Over) dan kembali lagi ke Monumen Perjuangan.

Dalam orasinya Presiden Mahasiswa unpas mengatakan demontrasi ini menanggapi keadaan perekonomian Indonesia yang tengah melambat, serta rendahnya pengawasan pemerintah terhadap pengrusakan lingkungan. seandainya jokowi tidak siap untuk memimpin lebih bai mengundurkan diri sebelum dipaksa oleh mahasiswa. Selain itu miftah mengancam apabila pemerintah masih diam maka mereka akan membawa masa yang lebih besar.

Demonstrasi mahasiswa ini  kali ini terbilang aman dan damai walau sempat memanas karena menutup jalan cikapayang tapi kendaraan masih bisa lewat dan tidak terlalu mengganggu aktivis lalu lintas dijalan.